gak selalu sama.. (cerpen)
“aku pinjem buku kamu dulu yah, ngembaliinnya nanti,” kataku pada ardhan, namun ardhan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian pergi berlalu. Singkat sekali pertemuan ku dengannya siang itu. aku urungkan untuk memutar balik motor ku sebelum ku lihat punggungnya hilang dalam pandanganku. Aku pun kembali ke rumah.. ***** Kemudian ingatanku memutar kejadian setahun lalu, saat aku melewati tempat yang pernah aku dan ardhan bertemu. Selalu saja, bayang-bayang itu hadir. Dan bodohnya lagi, aku memilih selalu melewati jalan dimana akan menemui tempat itu, untuk menuju ke kampusku Memang, ardhan adalah temanku. Ia sebenarnya baik, meskipun ia selalu menutup dengan sifat kerasnya. Dan aku, telah lama menyimpan rasa untuk nya. Namun kini, sudah beberapa bulan terakhir, aku hilang kontak dengan dia. Bukan hanya karena kita beda kampus ataupun tak pernah ketemu. Tapi entah kenapa, tiba-tiba ia menghilang. Aku tau sebenarnya dia punya alasan mengapa ia menghilang...