Sang Tuan dari rasa itu...
Ada yang ingin dilupakan, tapi
tidak seluruhnya. Bukan orangnya, hanya rasanya yang benar-benar harus
dimusnahkan. Rasa yang tak tepat untuk terus tumbuh. Rasa yang telah lama
bersembunyi dalam seulas tawa. Ia hadir
bukan untuk orang yang tepat. Ia hadir pada orang yang memang menjadi salah
satu hal mustahil dalam hidupnya. Aku tak akan menyalahkan rasa itu, karena
memang sebuah rasa akan tumbuh sendiri tanpa harus disirami sekalipun. Bak
pohon diatas bukit yang terus tumbuh, meski tanpa campur tangan manusia. Namun
karena kehendak sang kuasa ia bahkan tumbuh subur menyejukkan suasana.
Tapi, aku takkan benar-benar bisa
melupakan siapakah tuan dari rasa itu. biarlah ia menjadi masa lalu, masa yang
akan dikenang dan menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik. Biarlah,, menjadi
masa lalu. Aku gak tau, kapan ia benar-benar terlupakan. Karena memang, aku
bukan tipe orang yang mudah melupakan. Pun mudah untuk memiliki rasa seperti
dulu lagi.
Rasa itu tak salah untuk orang
itu, mungkin saja orang itu yang kurang tepat menerima rasa itu. ada yang bosan terus menyimpan rasa. Ada yang
semakin terluka, ketika rasa dianggap sebuah candaan yang memang bisa
ditertawakan.
Sang tuan mungkin sudah memahami,
tapi tak pernah ingin sekedar bertanya tentang hal itu.
Rasa itu sudah hadir sejak lama,
sejak sebuah jarak menjadi penghalang. Tapi sang tuan, tetap saja diam. Ia
memilih menikmati kesunyiannya seorang diri.
Rasa itu benar benar telah
tumbuh, bahkan menjalar. Selalu menemani disetiap tulisan-tulisanku. Meski
matanya tak pernah sebentar saja untuk sekedar membaca judul dari tulisanku.
Dan kali ini, aku harus benar-benar
membabat rasa itu hingga ke akar-akarnya. Aku harus, aku harus bisa. meski
demikian, sang tuan mungkin akan terus menemaniku, menghasilkan
tulisan-tulisanku, yang slalu ku simpan harap ia akan membacanya.
Tulisan-tulisanku yang slalu ku simpan harap, akan dikenal oleh semua orang.
Meski, sang tuan hanyalah bayangannya…..
29 December 2015
Dari
iFat mu,
Yang
menanti sapamu akhir tahun nanti
Komentar
Posting Komentar