Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

kurang lebih 3 tahun lalu

Barangkali diantara kita ada yang mengingat beberapa hal yang terlalu manis untuk dilupakan. Kurang dari tiga tahun lalu, misalnya. Kita masih menjadi siswa junior yang malu-malu dengan kakak kelas senior. Kita masih takut terhadap mereka, seolah-olah apa yang mereka katakan harus kita lakukan. iya, sekolah kita memang begitu adanya. Entah tradisi itu masih ada atau tidak untuk generasi selanjutnya, aku tak memahami hal itu. Baris-berbaris, hukuman, dan akan selalu ada kesalahan bagi junior dipandangan senior. Masih ingat tidak, kita berlari, terburu-buru saat makan, hanya untuk tepat waktu datang ke lapangan agar tidak mendapat hukuman. Kita diajarkan kesopanan, cara bertanya yang baik, hingga selalu ada omongan ketika kita lupa menerapkan hal itu. seolah-olah kesopanan sebagai makanan pokok yang harus kita makan. Dan kini, aku sadar…. Hal itu sangat berguna untuk masa yang akan datang!! Semua yang mereka lakukan bukan untuk hal yang sia-sia. Aku menyadarinya kini… Wa...

seperti obat

hidup begitu kejam seakan cambuk selalu terlepas menyisakan luka memerah meninggalkan kesakitan yang selalu terasa dan perih akan selalu ada tapi meringkih tak boleh terus terlihat seribu hujatan pastilah akan berseru menghakimi tanpa paham apa yang terjadi dan telinga hanya mampu mendengar tapi, jangan sampai membenarkan apa yang mereka hakimi anggap saja, semua hujatan, semua yang main hakim sendiri adalah obat yang membuat tubuh semakin kebal yang tahan tehadap virus yang tahan terhadap cuaca buruk yang kuat, meski banyak badai. Ia, anggap saja seperti obat.. #iFat | 22 April 2016

karena bahagia butuh perjuangan

Seseorang dengan terang-terangan keluar dari lingkungan biasanya yang penuh gemerlap. Dia bilang, dia bosan berada pada lorong yang sama, dengan orang-orang yang sama pula, pun dengan tempat yang seakan-akan terbatas hanya untuk bertemu dengan orang-orang yang sama tadi.   Arti kebahagiaan seseorang itu berada bukan pada garis yang sama, hal itu berada pada jalur-jalurnya sendiri. namun setiap orang, memelihara impiannya   masing-masing, memeluk harap dengan lengan yang melingkar erat. Yang jelas, kebahagian dari tiap insan, pastilah hasil dari perjuangan. Entah perjuangan yang singkat ataupun perjuangan yang menyayat hingga menguras waktu.   Untuk kesekian kalinya, aku menyebut bahwa kebahagiaan adalah perjuangan.   Aku, seseorang yang berusaha dengan tabah memelihara impian-impian, karena ada keyakinan dalam lubuk tersendiri, jika sebuah hasil takkan pernah menghianati proses. Aku gak yakin, seseorang dapat tersenyum bahagia tanpa ia rasakan apa itu de...