Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Perempuan Senja

Langkai gontaimu melawan senja Melawan rute kepulangan sekawanan merpati Kulihat ada air menggenang di sana Di tempat yang kurasa paling teduh Pada matamu, aku begitu nyaman untuk tinggal Nyatanya.. Saat ini kau sedang menciptakan sungai tak bertepi di sana Kulihat langkahmu semakin gontai Seolah dipermainkan oleh bayangmu sendiri Seolah ingin mati Meski slalu kuingat bahwa senjamu slalu berarti Sekawanan merpati kembali ke rumah Melaksanakan pertemuan  dengan yang terkasih Meski tanpa dalil sekalipun Kulihat lagi kau sembunyikan tanganmu di saku Seandainya sebuah temu denganmu tanpa dalil Ingin ku tarik itu Dan kan kubiarkan bersemayam dalam genggamku Keeya Khaliqa 14 juni 2017

MENYINGKAP MAKNA DUNIA PADA CERPEN “MATA MUNGIL YANG MENYIMPAN DUNIA” KARYA AGUS NOOR Oleh Siti Fatimah

“ Mata Mungil yang Menyimpan Dunia ” cerpen karya Agus Noor ini merupakan salah satu cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen kompas pilihan 2005-2006 yang berjudul “Ripin”. Dilihat dari judulnya, cerpen ini seolah-olah ingin merefleksikan dunia melalui mata. Pengertian mata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima berarti indra untuk melihat; indra penglihat. Manusia memahami dan menikmati dunia dengan matanya. Menyimpannya dalam memori apa-apa saja yang tertangkap oleh mata. Mungkin itulah yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang bernama Gustaf   yang terobsesi dengan mata seorang bocah kecil berumur 12 tahun yang ia temui di jalan saat berangkat kerja. Gustaf menatap mata itu seolah-olah menjenguk dunia yang menyegarkan. Gustaf sedari kecil pun suka mengoleksi boneka dengan berbagai macam bentuk matanya, hal itu menjadikan orangtua Gustaf khawatir dengan kesehatan   jiwanya. Gustaf seringkali menatap mata orang-oran...

Pada Jarak

Pada jarak yang semakin sayang dengan kamu Hingga dia selalu membuat kita susah untuk bersua Lalu hanya bisa meratapi waktu Yang mampu menghantarkan kita pada rindu yang sama Tak perlu maaf diantara kita Atas perselisihan hari-hari kemarin Ternyata kita hanya butuh waktu untuk merasa baikan Kemudian semua akan kembali membaik Bukan aku mengharapkan kepastian Atas kepalaku dibahumu Tapi aku terlalu nyaman duduk bersamamu Meski bahumu selalu mengundang kepalaku untuk bersandar Tak apa, karena aku selalu menikmati itu Selalu menikmati ketika tanganmu selalu membelaiku

Untuk Kamu

Gambar
Pada garangnya terik hari yang membakar kulit Kau datang bagai air yang teduhkan jiwa Pada hujan yang datang menyiram semesta Kau hadir tawarkan robusta Jiwaku keras, tapi lembut jiwamu memelukku tegas Hidupku meronta, tapi pundakmu adalah tempat ternyaman yang kau tawarkan Untuk kamu yang kini mulai mengisi hariku Tetaplah mendekap dalam dekat Mengutuh dalam jauh Aku ingin kau jadi dahan untuk tubuhku yang pohon Menjadi aspal untuk hidupku yang keras Menjadi pesawat tempur untuk jiwaku yang perang... #iFat

Jika kau jadi kekasihku malam ini

Jika kau jadi kekasihku malam ini Akan aku sampaikan pesan pada lentera yang semakin temaram Jika ada kata yang melebihi bahagia, maka aku ingin mengatakannya padamu Aku ingin menggiring seluruh bintang Menjatuhkan perintah khusus Untuk menerangi malammu Aku ingin mengelakkan dingin dan menggantinya dengan hangat yang merangkulmu mesra... Kan ku bujuk rembulan Untuk pulang ke kamarmu, biar ia ikut tersenyum melihat malaikatku tertidur pulas. Jika kau jadi kekasihku malam ini Akan aku selimutkan rindu yang tak kenal ukuran tebal... Akan aku peluk kau dengan pembicaraanku pada yang menciptakanmu... Akan aku cumbu kau dengan desahan ucapan selamat malam paling mesra... Maka aku, menjadi seluruhmu malam itu... Keeya Khaliqa 9 Januari 2017

Yang (masih) tak tersempatkan

Ada sebut yang tak menyebutkan Meski tanya terus mengambang di udara Ada belaian yang tak benar-benar membelai Meski lengan selalu ingin menggelayut Tak butuh kembang merah Tuk ungkap sebuah rasa Karena mataku gambarkan sgalanya Bukan tak berharap lagi Karena pada akhirnya aku masih ingin mengaminkan semua doa-doamu dan berdoa bersama Meski tak tersampaikan Meski bayanganku menyeruak masuk menyentuh duniamu Meski cahyamu belum bisa benar-benar menerima.. Kita masih tetap berdiri di tempat yang sama Di tempat yang membuat kita sama-sama membisu Di tempat yang membuat kita nyaman dengan keadaan yang sama Disini,, masih disini Pada orang... Yang (masih) tak tersempatkan Keeya Khaliqa 22 Desember 2016