seperti obat



hidup begitu kejam
seakan cambuk selalu terlepas
menyisakan luka memerah
meninggalkan kesakitan yang selalu terasa
dan perih akan selalu ada
tapi meringkih tak boleh terus terlihat
seribu hujatan pastilah akan berseru
menghakimi tanpa paham apa yang terjadi
dan telinga hanya mampu mendengar
tapi, jangan sampai membenarkan apa yang mereka hakimi
anggap saja, semua hujatan, semua yang main hakim sendiri
adalah obat yang membuat tubuh semakin kebal
yang tahan tehadap virus
yang tahan terhadap cuaca buruk
yang kuat, meski banyak badai.
Ia, anggap saja seperti obat..

#iFat | 22 April 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYINGKAP MAKNA DUNIA PADA CERPEN “MATA MUNGIL YANG MENYIMPAN DUNIA” KARYA AGUS NOOR Oleh Siti Fatimah

gak selalu sama.. (cerpen)

Catatan di awal Juli