Pesanku untuk kita
Tak ada yang istimewa dari perkenalan kita, aku bahkan tak mengingat mengapa kita bisa kenal, kemudian saling menanyakan kabar. Semuanya terjadi begitu cepat. Seolah kamu yang bantu aku keluar dari hutan, saat aku tersesat disana. Seolah kamu yang bantu aku ke daratan saat aku tenggelam di laut lepas.
Berlalu, kemudian timbul rasa khawatir. Sepertinya baru kemarin, kita mulai menyapa. Dan kini, kau jauh dariku. Ke kota pendidikan untuk mengejar impian. Aku khawatir kau temukan yang lain kemudian melupakanku. Aku khawatir, barangkali ucapan setia dari mulutmu hanyalah sekedar ucapan.
Barangkali kebersamaanmu dengan teman-teman yang sekarang, menyebar benih yang berpotensi untuk tumbuh dalam hatimu.
Aku bukan cemburu, sayang. Aku hanya takut, karena yang namanya perasaan kadang tak bisa dikendalikan, meski kau sudah memagarinya dengan beton paling keras sekalipun.
Akan banyak temanmu disana, mungkin banyak pula yang lebih dari aku. Aku tak menutup kemungkinan, bahwa kau akan jatuh cinta lagi.
Sayang, begitupun denganku. Aku khawatir,jika hal itu malah terjadi padaku. Kota kembang, tempatku akan berada, jauh sekali dengan tempatmu. Akan mustahil untuk bertemu tiap minggunya, seperti yang biasa kita lakukan disini. Mungkin temanmu disana, akan lebih banyak menghabiskan waktu denganmu dibandingkan aku. Kamu akan slalu tertawa, meski tanpaku. Dan lagi, begitupun yang akan terjadi denganku.
Namun, aku menyimpan harap untuk kita. Jika toh nantinya kita menyimpan kagum dengan seseorang disana, semoga kagum itu hanya sekedar kagum, dan hanya aku yang membuat kamu jatuh lalu mencinta.
Jika nantinya kamu memilih bersenang-senang dengan lain, tak apa. Kemudian jika lelah, bersandarlah dengan suaraku.
Dan jika akhirnya kamu jatuh cinta LAGI, lalu kamu lebih bahagia dengan yang lain. Kabari aku, maka akan kusudahi hubungan kita. Namun, jika kau tak bahagia. Pulanglah... Aku siap jadi rumah untukmu kembali..
10/07/2016 16:22 | iFat
Komentar
Posting Komentar