Aku hanya gadis 18 tahun
Dunia ini penuh fantasi
Penuh ingar bingar
Penuh gemerlap lampu
Dan tentunya, penuh dengan drama
Mungkin aku telah memerankan beberapa karakter
Namun, pada akhirnya aku akan kembali pulang
Disebuah ruang kecil, dengan lampu yang temaram
Ku terbaring diatas dipan
Jiwa ini ingin kembali pada karakter anak kecil yang sudah tak pantas aku mainkan lagi
Aku hanya gadis 18 tahun yang menghitung hari menuju angka selanjutnya
Semoga, semoga aku bisa menemui angka angka selanjutnya
Berat badanku tak pernah menetap pada satu angka
Tinggiku pun mungkin tak ada perubahan
Dan mungkin saja, sifatku masih sama seperti dulu
Banyak orang bilang,
Diusia 17 tahun, kau akan diberi kebebasan.
Bagiku, hal itu hanyalah isapan jempol saja.
Karena aku tak begitu
Sudah hampir delapan bulan aku singgah diumur 18
Tiap kali aku berkaca,
Benakku selalu bilang " aku bukan anak kecil lagi kan? "
Orang bijak pernah berkata padaku, " tak apa jika sifatmu demikian. Yang penting jadi diri kamu sendiri"
Pesan itu bahkan sering sekali terngiang di telingaku
Aku hanya gadis 18 tahun
Yang masih labil akan perilaku
Yang masih belum mendewasa dalam pilihan
Aku hanya gadis 18 tahun
Yang kadang masih menyimpan iri, pun dendam
Aku hanya gadis 18 tahun
Yang masih ingin senang-senang.
Tapi sebuah lecutan datang,
Kemudian bilang kalau aku harus nemikirkan masa depan
Aku hanya gadis 18 tahun
Yang masih ingin bermain dengan cinta.
Lalu, lecutan datang lagi
Dan bilang, kalau aku harus meraih mimpi-mimpi terlebih dahulu
Aku hanya gadis 18 tahun
Yang ingin tampil sempurna dipandangan orang.
Dan kali ini suara keras menghantam telingaku.
Untuk apa? Bukankah tampil rapi saja sudah cukup, toh kamu sedang dalam perjalanan meraih mimpi kan?
Aku belum mampu menghadapi masalahku sendiri, kecuali ada yang mau menemani
Aku belum mampu mendewasa dalam setiap keputusan yang aku ambil
Aku belum mampu menghadapi rintangan hidup yang kejam.
Karena aku,,
Aku hanya gadis 18 tahun
Komentar
Posting Komentar