Bapak, aku rindu!
Pada kernyitan dahimu yang semakin terlihat
Pada suaramu yang dulu terdengar keras, namun kini mulai melemah
Ada yang tak pernah mampu ku ungkapkan dengan tindakan
Kau bukan hanya mengajarkan bahwa segalanya memerlukan proses
Kau juga ajarkan, bahwa aku harus menikmati proses
Tak peduli jalan yang kulewati itu gelap dan sepi
Nikmati saja...
Pernah terasa hilang semangatku
Ketika ku lihat kau menangis
Katanya, kau meminta maaf belum bisa membuatku bahagia..
Pernah terasa hilang sebagian hidupku
Ketika kau tergeletak sakit di ranjang tempat tidurku yang tak berpembatas tembok
Namun, tetap mencoba memanggil namaku meski dengan rintihan
Aku rindu, Duduk di belakang sadel sepeda bututmu
Lalu diceritakan apapun yang ingin aku tanya..
Aku rindu, ketika kau selalu jelaskan gambar-gambar dari buku baru ku.
Memberikan ilmu, yang bahkan jauh diatas umurku
Katanya, agar aku paham untuk kedepannya...
Bahkan dengan tanganmu sendiri
Menyentuh tubuhku dengan keras
Padahal untuk pinta sederhana anak kecil
Namun katanya, kita orang tak punya
Gak semua yang kita mau harus ada
Aku tak peduli hal itu
Bahwa tempaan seperti itulah yang membuatku sampai disini
Malam ini,, aku menulis ini dengan lampu kamar yang sudah dimatikan
Dengan air mata yang menganak sungai di pipi
Aku rindu dia
Dia yang menungguku di gerbang sekolah, meski berjam jam lamanya
Dia yang dengan rela menyakiti dirinya hanya untuk bahagia
aku rasa, aku tak pernah mampu membahasakan kata rinduku dengan tindakan
Bapakku,, sehat selalu yah :)
Komentar
Posting Komentar