Perempuan Senja

Langkai gontaimu melawan senja
Melawan rute kepulangan sekawanan merpati
Kulihat ada air menggenang di sana
Di tempat yang kurasa paling teduh
Pada matamu, aku begitu nyaman untuk tinggal

Nyatanya..
Saat ini kau sedang menciptakan sungai tak bertepi di sana

Kulihat langkahmu semakin gontai
Seolah dipermainkan oleh bayangmu sendiri
Seolah ingin mati
Meski slalu kuingat bahwa senjamu slalu berarti

Sekawanan merpati kembali ke rumah
Melaksanakan pertemuan  dengan yang terkasih
Meski tanpa dalil sekalipun

Kulihat lagi kau sembunyikan tanganmu di saku
Seandainya sebuah temu denganmu tanpa dalil
Ingin ku tarik itu
Dan kan kubiarkan bersemayam dalam genggamku

Keeya Khaliqa
14 juni 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYINGKAP MAKNA DUNIA PADA CERPEN “MATA MUNGIL YANG MENYIMPAN DUNIA” KARYA AGUS NOOR Oleh Siti Fatimah

gak selalu sama.. (cerpen)

Catatan di awal Juli