Yang (masih) tak tersempatkan

Ada sebut yang tak menyebutkan
Meski tanya terus mengambang di udara
Ada belaian yang tak benar-benar membelai
Meski lengan selalu ingin menggelayut

Tak butuh kembang merah
Tuk ungkap sebuah rasa
Karena mataku gambarkan sgalanya
Bukan tak berharap lagi
Karena pada akhirnya aku masih ingin mengaminkan semua doa-doamu dan berdoa bersama
Meski tak tersampaikan

Meski bayanganku menyeruak masuk menyentuh duniamu
Meski cahyamu belum bisa benar-benar menerima..
Kita masih tetap berdiri di tempat yang sama
Di tempat yang membuat kita sama-sama membisu
Di tempat yang membuat kita nyaman dengan keadaan yang sama
Disini,, masih disini
Pada orang...
Yang (masih) tak tersempatkan

Keeya Khaliqa
22 Desember 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYINGKAP MAKNA DUNIA PADA CERPEN “MATA MUNGIL YANG MENYIMPAN DUNIA” KARYA AGUS NOOR Oleh Siti Fatimah

gak selalu sama.. (cerpen)

Catatan di awal Juli