Pada Jarak



Pada jarak yang semakin sayang dengan kamu
Hingga dia selalu membuat kita susah untuk bersua
Lalu hanya bisa meratapi waktu
Yang mampu menghantarkan kita pada rindu yang sama
Tak perlu maaf diantara kita
Atas perselisihan hari-hari kemarin
Ternyata kita hanya butuh waktu untuk merasa baikan
Kemudian semua akan kembali membaik
Bukan aku mengharapkan kepastian
Atas kepalaku dibahumu
Tapi aku terlalu nyaman duduk bersamamu
Meski bahumu selalu mengundang kepalaku untuk bersandar
Tak apa, karena aku selalu menikmati itu
Selalu menikmati ketika tanganmu selalu membelaiku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENYINGKAP MAKNA DUNIA PADA CERPEN “MATA MUNGIL YANG MENYIMPAN DUNIA” KARYA AGUS NOOR Oleh Siti Fatimah

gak selalu sama.. (cerpen)

Catatan di awal Juli